KEGIATAN BIMBINGAN MENTAL, SPIRITUAL DAN SOSIAL BAGI DIFABEL

Kegiatan Bimbingan Mental, Spiritual dan Sosial bagi Difabel dilaksanakan pada hari Senin, 10 Mei 2021 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri. Kegiatan ini diikuti peserta yang terdiri dari 125 Difabel bersama Orang Tua/ Wali, Camat Se Kabupaten Wonogiri, Kepala Desa yang diwilayahnya mendapatkan bantuan sembako anak stunting dan TKSK se Kabupaten Wonogiri.
Maksud diadakan kegiatan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat luas tentang keberadaan serta hak para difabel dan memotivasi para difabel tentang hak dan kewajibannya untuk dapat maju, mandiri dan sejahtera.
Sebelum dimulainya acara peserta diberikan bimbingan spiritual dari Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri agar peserta yang dari disabilitas beserta keluarganya memiliki semangat juang dan selalu mensyukuri setiap apa yang di anugerahkan Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa serta dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah dapat istiqomah dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.
Ketua Panitia Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Teguh Setiyono, MM. dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari penyelenggaraan sosialisasi ini adalah:
1. Menyegarkan kembali kesadaran, komitmen dan upaya bersama akan misi pergerakan difabel.
2. Menggalang solidaritas publik atas upaya promosi, pemenuhan dan perlindungan hak-hak difabel.
3. Menghilangkan stigma dan diskriminasi negatif terhadap keberadaan difabel.
4. Membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, pemerintah, lembaga sosial, media maupun lembaga lainnya terhadap keberadaan dan upaya pemenuhan hak difabel.
5. Mempromosikan potensi difabel.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Kurnia Listiyarini, AP., M.Si. menjelaskan, bantuan sosial dari anggaran APBD 2021 Wonogiri dalam Program Rehabilitas Sosial baik dalam kegiatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya bukan korban HIV/AIDS dan Napza di luar panti sosial dan rehabilitasi sosial dasar, penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, lanjut usia terlantar serta gelandangan, pengemis di luar panti sosial secara keseluruhan sebesar Rp 875 juta.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo dalam sambutannya mengingatkan kepada kita semua bahwa ternyata Wonogiri masih mempunyai tangung jawab yang belum selesai dalam penanganan permasalahan kesejahteraan sosial. Kepada para difabel harus sabar dan untuk kedepannya kegiatan difabel akan ditingkatkan, diantaranya pelatihan dibidang ekonomi. Pada kesempatan ini Bupati Wonogiri juga berkesempatan menyapa secara langsung dan mengobrol dengan para difabel baik anak- anak dan orang tua difabel.
Pada Kegiatan Bimbingan Mental, Spiritual dan Sosial bagi Difabel ini diserahkan santunan bagi difabel berat dari Bapak Bupati Wonogiri, pemberian bantuan kursi roda dari PT Taspen dan bantuan bagi anak stunting dari PT. Indomaret di Kabupaten Wonogiri.(Etty PN)

