BIMBINGAN SOSIAL BAGI ANAK DAMPINGAN PEKERJA SOSIAL DENGAN TEMA
“HIDUPKU BERHARGA HIDUPKU BERGUNA”

Rabu 6 Juli Tahun 2022 di gedung Graha Personalia BKD Kabupaten Wonogiri Dinas Sosial Kabupaten Wongiri melaksanakan kegiatan Bimbingan Sosial Bagi Anak Dampingan Pekerja Sosial. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan dampingan kepada anak korban tindak kekerasan dan perlakuan salah. Dalam kegiatan ini menghadirkan anak-anak korban, bersama orang tua/ pendamping dan Ibu Bupati Verawati Joko Sutopo Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonogiri sebagai narasumber dan motivator bagi anak-anak.

Pada awal dimulainya acara Ibu Kepala Dinas Sosial Kurnia Listiyarini, AP.,M.Si. menyampaikan kepada anak-anak ucapan terima kasih atas kehadiran mereka pada kegiatan tersebut, hal itu menunjukkan semangat baru untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan menghadiri kegiatan bimbingan sosial diyakini pasti akan memberikan manfaat menambah ilmu dan motivasi diri bahwa musibah dan masa kelam yang dialami adalah ujian dari Tuhan YME karena kita memang mampu untuk melaluinya dan untuk menjadikan kita menjadi insan yang bertakwa lebih kuat dan lebih waspada dikemudian hari.

Materi utama disampaikan Ibu Verawati Joko Sutopo. Dalam proses pemberian motivasi Ibu Vera membagikan buku dan pensil kemudian meminta anak – anak untuk menuliskan kekurangan yang dimiliki pada diri mereka. Selesai dengan itu Selanjutnya anak-anak diminta untuk menuliskan kelebihan yang ada pada diri mereka. Ibu Vera pun bertanya “gampang mana menulis kekurangan atau kelebihan?”. Ternyata banyak anak yang merasa lebih gampang untuk menulis kekurangan hingga daftar kekurangan yang ditulis lebih banyak dari pada kelebihan yang mereka temukan pada diri mereka. Kita sering melihat kekurangan sehingga lupa melihat kelebihan yang kita punya.

Beliau kemudian menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan untuk mengingatkan, menghakimi atau meremehkan, namun kita berusaha untuk melewati apa yang menimpa kita dimasa lalu. Apa yang tejadi adalah bagian dari sejarah hidup, tidak bisa dilupakan tetapi bisa dilewati. Hal itu tidak mudah tetapi bukan berarti tidak mungkin. Yang utama harus punya niat dari diri sendiri. Dari diri anak dan orang tua bersama-sama menciptakan lingkungan yang baik yang mendorong menuju kebaikan.

Pada akhir sesi Ibu Vera meminta anak-anak untuk menghapus kekurangan yang telah mereka tulis di buku untuk memudian mengajak fokus pada kelebihan yang telah mereka miliki. Kemudian memberikan pekerjaan rumah (PR) untuk menuliskan kebaikan yang anak-anak lakukan setiap harinya dalam buku yang telah dibagikan, sebagai buku diary kebaikan. Membangun energi positif setiap harinya dengan berterima kasih kepada diri sendiri atas kebaikan-kebaikan itu dengan harapan hal ini sebagai titik awal perubahan hidup anak-anak korban tindak kekerasan dan perlakuan salah menjadi lebih bersemangat dan menyadari bahwa hidup ku berharga, hidup ku berguna. (SGW)