PEMBINAAN DAN BIMBINGAN SOSIAL KEPADA DIFABEL PRODUKTIF DAN DIFABEL NON PRODUKTIF

Dalam menjalankan kegiatan Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya bukan Korban HIV/AIDS dan Napza Luar Panti Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Pembinaan dan Bimbingan Sosial Kepada Difabel Produktif dan Difabel Non Produktif. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pendampingan sosial kepada penyandang disabilitas dan keluarga untuk dapat lebih bersemangat dan berdaya. Kegiatan ini juga bagian dari persiapan pelaksanaan program yaitu berupa sosialisasi kepada calon penerima bantuan sosial berupa teknis pencairan bantuan dan pembelanjaan bantuan sosial.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Jumat 30 September 2022 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri dimulai pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan 350 orang penyandang disabilitas calon penerima bantuan dan pendampingnya.

Kegiatan dimulai dengan siraman rohani dan doa oleh petugas dari Kantor Kementerian Agama yang memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas dan keluarga bahwa ujian yang diberikan berupa kondisi disabilitas tidak boleh menjadikan kesedihan yang berkepanjangan tetapi haruslah dimaknai sebagai pemacu untuk lebih beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Dengan memiliki iman yang kuat maka cobaan dan ujian dapat kita lalui dengan baik.

Dilanjutkan laporan kegiatan oleh Bapak Trias Budiono, S.Sos, M.I.Kom. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri. Dalam kesempatan ini tidak lupa beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyandang disabilitas dan keluarga yang telah datang, kehadiran ini sebagai bentuk semangat untuk menjadi mandiri dan berdaya. Bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan mewujudkan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas, menyambung silaturahim dan komunikasi dengan penyandang disabilitas, membantu dalam mengakses pendidikan dan mewujudkan pendidikan formal dan informal yang ramah disabilitas.

Bapak kabid kemudian memberikan informasi kepada calon penerima bantuan mengenai teknis pencairan bantuan dan pembelanjaan bantuan. Serta harapan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ibu Kepala Dinas Sosial Kurnia Listiyarini, AP., M.Si. dalam kesempatan selanjutnya membakar semangat penyandang disabilitas dan keluarga dengan mengajak menyerukan yel – yel “Disabilitas BISA... BISA... BISA”. Sebuah bentuk optimisme bahwa penyandang disabilitas dapat berdaya dan berkarya. Beliau lantas membagikan cerita tentang penyandang disabilitas yang pernah beliau temui dapat bekerja menjadi apa saja apabila dibekali keterampilan dan pengetahuan yang cukup. Dan memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonogiri sangat konsen dalam pemberdayaan disabilitas dengan mengalokasikan anggaran hingga 1,2 miliar rupiah yang diwujudkan dalam berbagai program dan kegiatan.

Selanjutnya Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya bercerita tentang perjalanan hidupnya bahwa dulu dia diasuh dalam keluarga yang salah satunya penyandang disabilitas yaitu kakek beliau. Meyakini bahwa penyandang disabilitas sebenarnya memiliki semangat empat kali lipat dari orang biasa. Dengan semangat itu menjadikan kondisinya yang disabilitas tidak menjadikan halangan. Beliau menegaskan bahwa disabilitas bukan untuk diratapi tapi untuk disyukuri dan bergerak dicarikan solusi untuk menjadi disabilitas yang berdaya dengan mentalitas baik. Bahkan Bapak Bupati menjanjikan untuk menambah anggaran apabila penyandang disabilitas dapat memiliki mentalitas yang baik, kemudian membentuk kelompok usaha bersama untuk meraih kesejahteraan. Beliau kemudian menekankan anggaran yang sudah ada dan disalurkan, harus dimanfaatkan untuk menuju kemandirian bagi penyandang disabilitas. (SGW).