TAGANA WONOGIRI MENYELENGGARAKAN DAPUR UMUM DI MASA PPKM DARURAT

Berdasarkan Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. Mulai tanggal 03 sampai dengan 20 Juli 2021 PPKM Darurat diterapkan di Jawa Tengah. Selama pelaksanaan PPKM darurat ini akan dibuka dapur umum salah satunya bertempat di gedung RC Workshop Manahan Surakarta. Dapur umun diselenggarakan untuk membantu tenaga kesehatan dan masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di wilayah kota Surakarta.
Pelaksanaan dapur umum diperkuat oleh Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang merupakan relawan sosial yang bergerak dalam penanggulangan bencana. TAGANA yang dikerahkan adalah yang belokasi terdekat dengan Kota Surakarta yaitu dari Kabupaten Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri dan Karanganyar.
Kabupaten Wonogiri mengerahkan Tagana sejumlah 10 orang yang siap untuk membantu pelaksanaan dapur umum selama 5 hari yakni tanggal 13 sampai dengan 17 Juli 2021. Dalam kegiatan dapur umum ini anggota TAGANA bertugas memasak telur sejumlah kurang lebih 3.346 per hari. Telur ini untuk didistribusikan ke 5 Kecamatan yakni Kecamatan Serengan, Laweyan, Pasar Kliwon, Banjarsari, Jebres serta didistrbusikan ke petugas maupun relawan di wilayah Surakarta.
Dalam kunjungannya ke lokasi Dapur Umum pada tanggal 14 Juli 2021 kemarin Ibu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Kurnia Listiyarini, AP., M.Si. menekankan kepada anggota TAGANA yang bertugas untuk menjaga kondisi dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Dikarenakan dalam pelaksanaan dapur umum ini anggota TAGANA harus memasak dalam jumlah besar dimalam hari sehingga siap didistribusikan di pagi harinya.
Bagi anggota TAGANA penyelengaraan dapur umum memberikan kesempatan mereka untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan dalam penanganan bencana wabah penyakit Covid 19. Seperti yang dikatakan oleh salah satu anggota TAGANA Wawan Setiawan kegiatan ini menambah persaudaraan dengan mengenal relawan dari berbagai daerah, pengalaman dan rasa senang bisa membantu tenaga kesehatan dan saudara-saudara yang sedang ISOMAN. (SGW)

